2012 Kiamat ? Yu Mari -Bagian I

2012 Kiamat ? Yu Mari -Bagian I-

Its Future is in our Hands - Live Earth
Creative Commons License photo credit: aussiegall

Akhir-akhir ini di beberapa forum and blog-blog yang rutin gw baca pada ngebahas tentang bahwa tahun 2012 adalah akhir dari dunia. Sebagai orang yang gak mudah percaya terhadap sesuatu, gw mulai deh baca-baca mulai dari awal sampe akhir, alhasil emang banyak bukti-bukti yang ditampilin.

Ternyata emang Bumi ini masih banyak peninggalan-peninggalan bangsa-bangsa sebelum kita yang belum tergali / ditemukan. Masih banyak misteri-misteri yang tak terpecahkan. Sebenernya, kalo menurut gw, para peneliti di luar sana harusnya memfokuskan dulu penelitiannya di planet Bumi dulu, baru neliti planet lainnya. Gw selalu penasaran tuh kalo air laut bumi diilangin semuanya, pasti bakalan banyak banget peninggalan-peninggalan or bukti-bukti yang tak terduga sebelumnya bisa kita temuin di planet bumi. Ga usah basa basi lagi, kita mulai aja deh !

Ayu ready ? here we go

Gambar di samping adalah kalender bangsa maya kuno

Begini…..teman-teman pernah dengarkan mengenai mitologi-mitologi setiap bangsa didunia,misalnya mitologi perdaban China,Mesir,Sumeria,Yunani,dsb.

Nah,dikisahkan didalam beberapa mitologi-mitologi tsb bahwa bumi ini pernah dilanda banjir dahsyat yang mengerikan,hampir semua peradaban-peradaban zaman dulu ada cerita tentang bencana yang satu ini,misalnya diantara lebih dari 130 suku Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir dasyat sebagai topik.

Kalau mau lebih mudahnya,coba ingat-ingat Kisah Nabi Nuh (Noah).Dikisahkan didalam Al-Qur’an maupun Bible,bahwa seluruh peradaban manusia pada saat itu musnah,terkecuali bagi orang-orang yang percaya pada ajaran Alllah yang disampaikan oleh Nabi Nuh yang selamat dari bencana air bah yang maha dasyat itu.

Di sekitar pedalaman kaki Gunung Himalaya, Tibet misalnya, orang-orang menjumpai sebuah suku, keturunan dan rupa mereka hampir mirip dengan orang Yunani. Konon katanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung masih hidup atas peristiwa banjir yang dahsyat itu.

Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter di atas permukaan laut puncak gunung (Ararat), telah ditemukan sebuah benda yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat, lalu mengambil gambarnya dari angkasa, dan panjang perahunya sesuai dengan yang dicatat dalam kitab suci.

Mister Li Hongzi (pendiri Fulun Gong/Fulun Dafa) menerangkan dalam ceramah Alam Semesta-nya,Beliau menuturkan bahwa peradaban dimuka bumi ini setidaknya telah dihancurkan kurang lebih sebanyak empat kali oleh Sang Pencipta.

Dan,pada saat era dimana kita hidup sekarang ini, merupakan masa kehidupan peradaban umat manusia ke-5 dibumi.

Lalu kenapa manusia bisa mengalami bencana itu? Mitologi dari setiap negara mempunyai penjelasan yang sama terhadap hal ini. Semua ini dikarenakan kemerosotan dan kebejatan manusia, lalu Sang Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk menghukum manusia.

Mengenai penggambaran atas peristiwa dimusnahkannya beberapa peradaban-peradaban manusia masa silam ,sebenarnya bisa kita peroleh penjelasannya dari beberapa Hadist.

Pernah aq membaca sebuah hadist riwayat (lupa tapi hadist riwayat siapa),disitu dikisahkan pada zaman nabi-nabi terdahulu,ada yang disebut sebagai zaman edan dan zaman apa gitu deh (intinya setiap manusia pada zaman ini kembali fitrah), sehabis zaman edan akan kembali lagi ke zaman fitrah sampai saatnya tiba alam semesta ini benar-benar akan dihancurkan secara keseluruhan.

Nah, dari isi hadist tsb dapat kita peroleh penjelasan,bahwa ketika suatu zaman dimana manusia telah menunjukkan kemerosotan moral yang luar biasa (zaman edan),Sang Penicipta memutuskan untuk mengahiri peradaban tersebut dengan mengirimkan beberapa bencana besar yang ahirnya mengakhiri kehidupan dimuka bumi pada saat itu.

Hanya beberapa oranglah yang disisakan untuk memulai peradaban baru selanjutnya.Pada waktu peradaban baru ini lahir,hati orang-orang yang berhasil terselamatkan tersebut kembali dalam keadaan bersih/fitrah (setelah bertobat) karena telah disadarkan oleh rentetan bencana mengerikan yang menimpanya dimasa silam.(mohon dikoreksi lagi yah hadistnya)

Siklus seperti itu terus menurus berlangsung sampai pada masa peradaban kita saat ini (masa peradaban umat manusia ke-5/matahari ke-5).

Pada saat ini,dimana tanda-tanda zaman edan telah dapat terlihat dengan begitu jelas,mungkin kembali saatnya peradaban pada saat ini harus kembali diakhiri,dan akan digantikan dengan sebuah peradaban baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sebelumnya.(mungkin manusia-manusia yang akan datang akan mengenal sisa-sisa peradaban kita sebagai sebuah peradaban maju yang hilang ditelan masa,seperti halnya kisah mengenai peradaban Atlantis dan Lemuria yang tenggelam dimasa silam)

Kini muncul pertanyaan,apa hubungannya peradaban ke-5 dimuka bumi ini dengan tahun 2012??

Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat sampe sekarang yg pernah ada di bumi.(Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M)

,mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012,tepatnya tanggal 21 Desember 2012,merupakan “End of Times”.

maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.

Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :

1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)

2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius

3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan

4. End of Times = End of the World as we know it

5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia

6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5

7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis

8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa

9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah2, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu

10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate

11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate

12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran

13. Kebangkitan Isa AS / Jesus

14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO

15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being.

Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.

Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Mayan semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.

Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail (ke 13 tahap tersebut akan saya jelaskan di kemudian hari). Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang trerbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampoi sistim pengetahuan kita.

Sebenarnya,jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini.Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini,bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.

Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.

Menurut perhitungan computer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:

1. Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.

2. Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.

3. Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari

4. Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi

5. Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah

Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012 ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu.

Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok,hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang tau sendirikan bagaimana moralnya,kelakuan,dll, dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.

Yang lebih menarik lagi kali ini aq coba mengutip pernyataan si Mama Louren (tau kan,peramal yang suka muncul di Tipi itu lo).Kata dia,”pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”.Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan ,”pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global,mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”.

Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal pengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik.Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi,dimana pada permulaan tahun,beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan.Namun dalam penutupnya,Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata,sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.

Sebagai orang yang gak takut pocong, gw rasa Allah SWT sengaja mempertunjukkan semua bukti-bukti di atas agar kita bisa petik pelajaran dari bangsa-bangsa sebelum kita dan juga untuk mengetes akan keimanan kita.

Faith Manages !

Credit to Agattuso Milanis @ bluefame

Eksperimen Philadelphia - Mesin Waktu

Menurut teori Albert Einstein, mengatakan bahwa dalam perhitungan-perhitungan ilmiah, manusia tidak hanya berurusan dengan tinggi, lebar dan panjang; melainkan juga dengan satu dimensi lain, yaitu waktu. Sebuah teori Einstein menyatakan bahwa konsep ruang waktu dan energi materi bukanlah dua kesatuan yang terpisah sama sekali. Keduanya bisa terjalin dalam keadaan tertentu. Dan kalau itu benar-benar terjadi, tidaklah mustahil benda bisa muncul dan lenyap secara mendadak, seakan-seakan mengalami proses dematerialisasi. Di mana proses pelenyapan pesawat terbang, kapal dan lainnya di Segitiga Bermuda tidak lain karena peristiwa ini.

Mungkin teori Einstein itu terlalu membingungkan. Penguraian teori yang rumit tersebut adalah sebagai berikut. Suatu muatan listrik pada sebuah kumparan tentu akan menciptakan medan magnetik tertentu yang menuruti arah kedua bidang tegak dan mendatar. Dengan jalan ini, mungkin sebuah medan lain (gravitasi?) dapat diciptakan menurut prinsip resonansi. Caranya ialah dengan menggantungkan sebuah generator elektromagnetik sedemikian rupa sehingga menciptakan pulsa-pulsa magnetik. Medan yang terjadi tersebut akan mengadakan “penyatuan” dengan kedua medan tegak dan mendatar itu.

Kalau kita mengembangkan pelaksanaan teori Einstein tentang “Unified Field” (penyatuan medan) yang menyatukan medan gravitasi dan elektromagnetik ke dalam teori ruang waktu, maka medan magnetik kalau cukup kuat akan dapat meyebabkan barang/benda atau manusia berubah dimensi dan menjadi tak tampak. Pandangan teori “Unified Field” kemudian disamakan dengan peristiwa segitiga bermuda. Dengan kata lain, kita pasti akan dapat membuat sebuah alat yang diinginkan oleh para penghayal yaitu “mesin waktu”.

Sekarang marilah kita mencoba mengikuti eksperimen Philadelphia. Secara tak sengaja Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan praktek penyatuan medan ini ketika mengadakan percobaan rahasia di sebuah kapal perusak pada tahun 1943 (ketika masih Perang Dunia II). Karena percobaan dilaksanakan di Philadelphia, maka kemudian eksperimen ini lebih dikenal sebagai Percobaan Philadelphia.

Tujuan intinya adalah menyelidiki pengaruh medan magnetik terhadapa kapal laut dan seisinya. Dua buah generator, yang satu menghasilkan pulsa magnetik dan yang satu tidak dihidupkan bersama-sama sehingga tercipta medan magnetik diatas dan disekeliling kapal. Hasilnya memang mengejutkan dan memang sangat penting, meskipun menimbulkan akibat buruk pada awak kapalnya.

Ketiga eksperimen mulai dijalankan, tampak suatu sinar kehijauan samar-samar. Perlu diketahui, bahwa laporan dari orang yang selamat dari Segitiga Bermuda, mengatakan menyaksikan kabut kehijauan. Peristiwa selanjutnya yang terjadi ialah seluruh kapal kemudian terselimuti kabut hujau dan akhirnya kapal bersama awaknya menghilang dari pandangan pengamat dan hanya garis permukaan laut yang kelihatan. Kapal itu tampak dan menghilang lagi, tampak dan menghilang lagi di daerah Norfolk, Virginia. Jadi percobaan itu dapat dikatakan sesuai dengan teori Unified Field.

Menurut seorang bekas awak kapal perusak itu, percobaan berhasil baik di lautan. Mereka telah berhasil menciptakan “ruang waktu” berbentuk spiral. Ruang waktu itu mempunyai radius sampai seratus yard atau 91 meter dari pusat pancaran magnetik, yang artinya setiap benda, manusia bila berada dalam radius itu akan lenyap dari pandangan, tetapi masih mungkin dapat diraba. Ketika kapal itu lenyap dari pemandangan, hanya lekukan kapal pada permukaan air yang tertindih kapal itu yang kelihatan. Semakin diperkuat gaya medan magnetik, mengakibatkan manusiapun turut lenyap, dan untuk dapat diketemukan, harus dengan jalan rabaan. Mereka baru tampak kembali setelah keluar dari medan magnetik itu. Istilah pelenyapan itu oleh mereka disebut “sedang mencair”.

Memang percobaan itu kelihatan berhasil, tetapi memerlukan korban yang tidak sedikit. Ada orang (awak kapal itu) yang akhir nya meninggal, ada beberapa lagi yang kehilangan ingatan. Tetapi ada juga yang membawa akibat baik. Yaitu ada orang yang indera keenamnya bertambah tajam. Yang lucunya, beberapa orang masih membawa akibat percobaan itu, yaitu kadang-kadang dengan sendirinya lenyap dan muncul lagi, baik di rumah lebih-lebih bila dijalan/dimasyarakat dapat mengejutkan orang yang melihatnya.

Percobaan Philadelpia ini sebenarnya sangat dirahasiakan. Dengan percobaan ini sekaligus diketemukan sebab-sebab kecelakaan di Segitiga Bermuda dan pembuktian teori Einstein “Unified Field” ternyata benar. Einstein sendiri belum pernah mencoba, karena ia telah meninggal dunia. Teori ini entah sengaja atau tidak telah terbukti, sehingga para ilmuwan tidak lagi meragukan. percobaan ini mengingatkan kita pada piring terbang yang menghilang bila sedang terbang. Inipun antara lain disebabkan adanya medan magnetik yang berasal dari piring terbang itu, tentunya tanpa membawa akibat apa-apa bagi awaknya.

Some interesting ideas

To thread starter: this might at first seem too fanciful, but this man probably had a wonderful insight about this case, from both linguistic and historical literature approach. Maybe it'll turn out to be helpful for you all.

Please check this link (at the moment it constantly updating its contents). See what you think...and your own take about this.

Some interesting ideas:
  • Almost every language that exists, originally came from the same matrix language...
  • Djinns = the Gina'abul that being said which reside in another plane?...Well, why not?
  • Our genetic origins, and notice the recurring symbol/emblem that we seen pretty much everywhere since a very long time ago up to this day: an eagle, killing/devouring snake/the serpent...
  • The concept of creating multiple images of the progenitors which is quite ubiquitously mentioned in many ancient scripts...is literally means cloning...
  • The infamous dark star..which is possibly already destroyed and turn into the asteroid belt between Mars and Jupiter...the origin of Venus and the relation between the concept of Christ and Sokaris in the ancient Egyptian lore...
  • The origins of our worrisome cultures that tends to values patriarchal tyranny...
  • Stargates...hollow earth theory, mysterious flying crafts, and more...


Thoughts? I think this person made some interesting ideas here at least, but then again, it's all up to you though.

Oh btw, sorry that I had to write these in English; I'm pretty much not confident enough with my Bahasa, though actually my English is not that good either happy.gif

Sorry to bother you all.
Peace. And be safe.

Source : urbaros / http://www.bluefame.com/lofiversion/index.php/t83774.html

Apakah “Planet X” itu?

Apakah “Planet X” itu? Benarkah keberadaannya? Postinganku kali ini, kurangkum dari berbagai sumber, juga tersedia aneka link, buat kalian yang tertarik dengan perkembangan seputar Planet X, silakan menyelidikinya.

Latar Belakang

Kalangan “orang dalam” di NASA, DoD (badan inteligensi militer), SETI maupun CIA sudah memprediksikan, kalau 2/3 dari penduduk planet bumi akan punah, ketika terjadi pergantian kutub, yang disebabkan kedatangan Planet X. Sisa populasi yang bertahan hidup, terancam bahaya kelaparan dan radiasi elemen, dalam jangka waktu 6 bulan setelah kejadian ini.

Semua operasi rahasia menyadari kenyataan ini, dan sudah menyiapkan diri mereka. Konon, Vatikan juga mengetahui hal tersebut. Namun sayangnya, masyarakat luas dibiarkan begitu saja tanpa informasi, dibiarkan terlena dengan kehidupan sehari-hari, tanpa punya kesempatan untuk menyiapkan diri menghadapi bencana ini.

Ada apa sebenarnya?

Bocornya segelintir informasi dari kalangan “orang dalam” dan para pengamat, membuat publik mulai tertarik akan hal ini. Kenapa bencana ini begitu dirahasiakan dari masyarakat luas? Jika sampai membuat kegemparan global, maka akan mempengaruhi pasar uang serta mengakibatkan lumpuhnya perekonomian dunia.

Seharusnya masyarakat luas diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri. Mudah-mudahan, setelah membaca ini, kita bisa semakin waspada ya!

Oke..saat ini, kalau kita jeli mengamati perkembangan bencana alam, jumlah kejadian bencana alam semakin banyak. Ini diakibatkan koneksi plasmatic elektromagnetis antar planet. Sudah pernah dengar dong, kalau matahari KONON memiliki kembaran yang gelap (versi gelapnya matahari). Nah, disitulah lokasi mengorbitnya Planet X. Tepat diantara matahari dan kembarannya.

Catatan : kembaran matahari tidak terlihat dengan mata kita.

Tapi, para ilmuwan sudah menemukannya. Dalam “Illustrated Science & Invention Encyclopedia” volume ke 18, terbitan tahun 1987-1989, sudah dicantumkan soal keberadaan kembaran matahari ini.

Sekelompok ilmuwan Rusia mengadakan rangkaian pertemuan di tahun 2000, untuk mendiskusikan planet X. Hal ini menjadi sumber berita Reuter dengan headline “Kejadian di tahun 2003” (diterbitkan Kantor Berita Reuter, edisi 13 September 2000)

Inti pertemuan tersebut adalah mengenai musibah kedatangan Planet X, yang keberadaannya sudah di monitor dari observatori Rusia. Para ilmuwan bertanya-tanya, jika ini terjadi, akankah Rusia masih tetap ada?

Ilmuwan Andrei Shukshin menyatakan, dalam pertemuan ini juga dibahas tentang pengurangan jumlah penduduk global secara besar-besaran, akibat peristiwa ini.

Yang pasti, Planet X memang ada dan mengorbit. Tapi, akankah bertabrakan dengan bumi? Ini yang masih dipelajari.

Di Observatori St.Petersburg Rusia, pengamatan seputar Planet X berlangsung intensif. Ilmuwan disana menamai planet ini dengan sebutan “Raja Sun” atau “Bintang Yang Besar”.

Tak banyak ilmuwan yang bersedia membagi informasi soal planet ini, karena kekhawatiran akan menimbulkan kepanikan global. Dan banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” yaitu rumah khusus, dengan konstruksi khusus, yang bersifat tahan topan badai, tahan gempa dan angin tornado. “Home dome” harus dibangun di area perbukitan, jauh dari pantai.

Bagi yang tertarik, bisa melihat model “home dome” dan cara pembuatannya di sini :

http://www.networkearth.org/naturalbuilding/honey.html
http://www.calearth.org/photogal.htm
http://www.deatech.com/natural/dealy/freebldg/
http://www.terra-dome.com/index.html
http://paisite.com/sunlife/index.htm
http://www.domesnorthwest.com
http://www.aidomes.com/
http://www.monolithicdome.com/
http://nepanewsletter.com/groupshelter
http://www.domedr.com

Mereka yang punya akses informasi, sudah menyiapkan diri. Dan mayoritas yang sama sekali nggak paham soal ini, go with the flow saja.

Planet X juga dikenal dengan nama Nibiru, atau disebut “Wormwood”, merupakan benda angkasa luar yang paling sering disebut sejak jaman kuno.

Setelah mengorbit selama 3600 tahun, planet ke 10 ini akan datang lagi.

Dampak kedatangan Planet X terhadap bumi, sudah dicatat nenek moyang kita ribuan tahun lalu. Ilmu Geologi dan Arkeologi juga mencantumkannya.

Simpang Siur Planet X

Untuk mencegah kepanikan soal Planet X, banyak observatorium yang kini “tiba-tiba” tertutup untuk umum. Petugas observatorium bahkan tak mau mengarahkan teleskop ke konstalasi bintang Orion. Banyak alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai kenyataan ini. Kenyataan tentang Planet X. Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago maupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Juga di banyak negara.

Planet X memang sengaja dibuat seperti mitos konyol, omong kosong yang membingungkan. Kenapa? Supaya tak terjadi kepanikan massal. Banyak situs di internet yang mengabarkan informasi palsu seputar Planet X.

Berikut, beberapa informasi yang KELIRU soal Planet X :

1. Planet X bisa jadi tak pernah ada, karena tak ada bukti kuat tentang keberadaannya. Kalaupun ada, munculnya pasti hanya sekali dalam sekian juta tahun. (Ini jenis informasi yang paling banyak kita jumpai)
2. Planet X memang ada, tapi tak akan muncul di era (jaman) kita.
3. (Tersebar di kalangan ilmuwan & observatorium) Planet X memang ada, dan akan menghampiri bumi. Tenang saja, jangan panik, karena itu hanya kejadian biasa. Tidak akan ada bencana.

Fakta Planet X

Massa Planet X begitu besar, dengan kutub magnetis yang memiliki kadar plasma tinggi dan pancaran energi yang begitu dahsyat, PASTI mengakibatkan kerusakan hebat pada planet yang dilewatinya.

Biasanya beberapa tahun sebelum kedatangan planet X,gelombang elektromagnetik Planet X mengakibatkan perubahan-perubahan besar pada planet yang akan dilewatinya. Ini bisa dilihat pada perubahan iklim dahsyat yang melanda Planet Bumi.

Aktivitas gempa dan vulkanis mengalami perubahan 3 hingga 4 dekade sebelum kedatangan Planet X. Sejak tahun 1996, perubahan cuaca di Bumi mencatat rekor tertinggi. Berbagai bencana alam, mulai dari gempa, aktivitas vulkanik dan perubahan elektromagnetis begitu tajam peningkatannya, namun datanya selalu “diperhalus” untuk masyarakat luas.

Pemanasan Global?

Masuk akal, kalau perubahan cuaca dibilang sebagai akibat dari pemanasan global. Tapi, apakah perubahan pada siklus matahari juga akibat pemanasan global? Sama sekali tak ada kaitannya!

99% tata surya kita terbuat dari konsentrasi plasma hingga ke level atomic. Planet adalah plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Kembalinya Planet X ke system solar kita mengakibatkan perubahan konsentrasi elektrikal pada energi plasma di SEMUA planet yang ada, di tata surya kita.

Menurut pandangan ilmuwan Rusia, perubahan aktivitas vulkanik dan gempa meningkat sebanyak 400 sampai 500 persen sejak tahun 1975.

Perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktivitas dan perubahan cuaca. Banyak fakta yang tidak diterbitkan oleh media. Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Contohnya : atmosfir di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.

Lapisan atas atmosfir bumi juga mengalami perubahan kadar HO. Hal yang samasekali tak ada hubungannya dengan pemanasan global, dampak CFC ataupun akibat polusi. Bukan itu saja, medan magnetik planet-planet juga mengalami perubahan. Beberapa planet bertambah terang. Venus contohnya, terlihat semakin terang bercahaya. Jupiter bahkan memiliki radiasi energi yang berbentuk seperti tabung yang terhubung dengan bulannya.

Uranus dan Neptunus baru saja mengalami perubahan kutub. Saat pesawat Voyager 2 melintasi Uranus dan Neptunus, perubahan kutub terjadi di bagian Utara dan Selatan Planet.

Rangkaian perubahan yang terjadi di tata surya kita, dapat dibagi dalam 3 kategori :

1. perubahan medan energi
2. perubahan pijar
3. perubahan atmosfir

Pada periode tahun 1963 hingga 1993, jumlah peristiwa bencana alam meningkat 410 persen. Dan bencana-bencana terdahsyat terjadi 9 tahun belakangan.

Dr.Dmitriev menemukan bahwa medan magnetic matahari meningkat 230 persen sejak tahun 1901.

Jadi, yang mengalami perubahan bukan hanya planet Bumi. Hanya sedikit kalangan yang menyadari fakta ini. Di Akademi Sains Nasional Siberia, Rusia, khususnya di Novosibirsk, berlangsung penelitian terhadap matahari. Dan Dr.Dmitriev dengan takjub mengemukakan bahwa, matahari bertambah terang 1000 persen dibanding sebelumnya, dan masih terus bertambah terang.

Melihat Planet X

Hanya teleskop terbesar (yang dijaga ketat) bisa digunakan untuk melihat Planet X. Sejumlah observatorium kecil di dunia mencatat keberhasilan melihat Planet X di awal tahun 2001.

Dr.Harrington, rekan sejawat dari Ilmuwan dan arkeolog Zecharia Sitchin, yang pertama meyakini keberadaan NIBIRU atau Planet X berdasarkan catatan kuno orang Sumeria, meninggal mendadak akibat kecelakaan. Diduga ini disebabkan keberanian Harrington mengekspos penemuan planet ke 10 yang dikenal dengan nama Planet X ini, guna melengkapi teori Sitchin.

Sejak peristiwa ini, para ilmuwan memilih tutup mulut dan tak mau bicara banyak soal Planet X dan aktivitasnya. Saat Zecharia Sitchin menerbitkan buku yang didasari tulisan terjemahan bangsa Sumeria Kuno, Sitchin menyatakan ada 12 planet di tata surya kita. Saat buku diterbitkan (tahun 1970an), Teori Sitchin ditertawakan. Tapi, saat satu persatu temuan ilmuwan membuktikan bahwa Teori Sitchin benar, statement Sitchin mulai diawasi ketat.

Dalam bukunya, “The 12th Planet”, Sitchin menulis tentang legenda “Komet Kiamat” atau “Nemesis” yang muncul secara periodic dan menciptakan kehancuran.

Zaman Es

Ingatkah pelajaran di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es bukan berarti perubahan yang bertahap, tapi instant.

Ingat film “The Day After Tommorow”? Kira-kira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali Planet X mendekat.

Aku akan perdalam sedikit soal Zaman Es sebelum kita lanjut ke Planet X, karena…inilah yang akan terjadi nanti.

Zaman Es Akan Terulang Lagi

Teman-teman, baca tulisanku ini dengan seksama. Ambil segelas minuman, dan baca dengan teliti…Ini SERIUS. Ini bukan bacaan sambil lewat. Kita sedang menjelang zaman es, bukan pemanasan global. Sebab :

1. Kita bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.
2. 17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik.
3. Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman es terjadi beberapa ratus kali.
4. Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktu-waktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita.
5. Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu bisa turun 20 derajat!
6. Zaman es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun.
7. Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salju. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salju setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Baca kisahnya di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm
8. Saat ini, Kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Es. Yang dibutuhkan Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik.
9. Untuk melihat daftar Glasir (glacier) yang mulai terbentuk saat ini, lihat situs www.iceagenow.com Data ini tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami Zaman es.
10. Film “An Inconvenient Truth"-nya Al Gore menyesatkan banyak orang. Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.

Kenapa Ini Sangat Penting?

Meski kita nggak tinggal di kawasan yang akan tertutup lapisan es setinggi ratusan atau ribuan kaki, kita tetap harus menyiapkan diri.

Dalam bukunya “Not by Fire, but by Ice” karya arsitek bernama Robert Felix, disebutkan tentang perubahan kutub dan berbagai bencana alam yang akan menyertainya. Persediaan makanan di seluruh dunia akan habis selama beberapa tahun. Pertanian tak mungkin dilakukan, karena kekacauan iklim.

Untuk info lengkap soal ini, linknya :

www.iceagenow.com

Planet X ada di sistem kita. Tapi keberadaannya diragukan. Saat ketemu, langsung ditutup2i. Soal matahari gelap (dark sun) yang merupakan kembaran matahari kita, nanti akan kusinggung sedikit. Keberadaan dark sun memang nggak banyak dibahas oleh para astronom. Karena, kalau orang mulai fokus ke dark sun, dengan sendirinya akan nemu Planet X. Karena Planet X mengorbit diantara matahari dan matahari gelap.

Planet X ini..pergerakannya memang kaya asteroid....

Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiii.....................ADA KEHIDUPAN di sana!

Soal ini akan kubahas nanti, keep an open mind please, karena mengacu pada teks kuno.

Matahari hitam adalah bintang. Tapi nggak berpijar.

Analoginya :

Kita melihat rumah & kebun di malam hari. Hanya bagian2 yang diterangi lampu taman kan, yang kelihatan? Kalau berdiri depan pagar rumah, apa tikus yang berada di pojok taman, tak diterangi lampu juga keliatan? Pasti nggak. Yang kelihatan cuma yang diterangi lampu taman. Seperti inilah kondisi tata surya kita, jika diamati dari bumi. Makanya sekarang NASA juga memiliki teleskop Infra Merah.

Sumeria dan Planet X

Tulisan kuno bangsa Sumeria sejak 6000 tahun lalu mencantumkan Planet Nibiru sebagai bagian dari system solar kita. Nibiru berarti “planet yang bersilangan”.

Deskripsi Nibiru sama persis dengan Planet X (Planet Ke Sepuluh).

Menurut catatan astronomi kuno yang dicocokkan dengan pengetahuan modern : Planet X memiliki orbit eliptik seperti komet, dengan perjalanan melampaui orbit Pluto.

Kalkulasi Observatorium

Dr. Thomas C. Van Flandern, astronom dan ilmuwan dari Oberservatorium Naval Amerika mengatakan, perubahan kutub di Uranus dan Neptunus, terjadi akibat sebuah planet. Bersama rekannya, Dr. Richard Harrington, ia membuat kalkulasi tentang sebuah planet (urutan ke 10 di system tata surya kita) dengan ukuran 2-3 kali lebih besar dari bumi, serta memiliki tingkat orbit eliptikal yang tinggi.

Penemuan ini melengkapi teori Sitchin, bahwa letak planet X dekat dari Bumi. Pada tahun 1982, NASA mengeluarkan statement tentang keberadaan Planet X. Namun sekarang, NASA menolak berkomentar sama sekali.

Jika Planet X Mendekat

Setiap kali Planet X mendekat, berbagai perubahan drastic terjadi di Bumi. Perubahan ini mengakibatkan kerusakan besar dan kepunahan. Sejarah mengisahkan peristiwa-peristiwa ini. Monumen peninggalan peradaban lampau menjadi saksi kejadian tersebut.

Sebut saja, Legenda Atlantis, Lemuria, Indian Maya dan perabadan lainnya, yang hanyut terbenam lautan atau punah sekejap, terjadi akibat kedatangan Planet X. Sisa-sisa kebudayaan mereka bisa kita temui di Florida, Jepang dan kawasan Mediterania.

Semakin dekat Planet X dari bumi, semakin kuat daya magnetic dan gravitasinya. Ini bisa kita rasakan setiap hari. Semakin dekat planet X dengan kita, semakin cepat laju pergerakannya. Berbagai bencana dahsyat yang susul menyusul terjadi di berbagai negara hanyalah awal kecil dari apa sesungguhnya akan terjadi.

Penghuni NIBIRU

Keep an open mind ya..ini dari tulisan orang Sumeria.

Tulisan kuno bangsa Sumeria mencatat beberapa hal menarik yang juga diyakini banyak kepercayaan, yaitu : penciptaan, adanya Taman Eden/Firdaus dan banjir besar yang menutupi seluruh permukaan bumi (Mirip kisah Nabi Nuh).

Tapi, bangsa Sumeria juga mencatat tentang kedatangan Bangsa Anunnaki dari Planet Nibiru, yang menciptakan “manusia” dengan cara mengambil DNA mereka & mencampurkannya dengan DNA mahluk bumi (saat itu adalah manusia gua/Neanderthal).

Dalam bahasa Sumeria, Anunnaki berarti “mereka yang ke bumi, turun dari langit”.

Anunnaki digambarkan sebagai bangsa yang modern, dan telah menciptakan berbagai monument penting di Bumi, Bulan dan Mars, serta planet-planet padat lain dalam galaksi kita.

Kenapa Anunnaki menciptakan manusia?

Untuk dijadikan budak/pembantu mereka, yang membantu dalam aktivitas pertambangan berbagai mineral, salah satunya yaitu emas. Hingga hari ini, emas merupakan logam mulia dengan nilai tinggi. Fakta ini juga tercantum dalam tulisan kuno bangsa Sumeria.

Perlu diingat, siklus mendekatnya Nibiru menurut catatan Sumeria adalah setiap 3600 tahun sekali.

Yang menarik, beberapa fakta soal ini :

1. Lokasi “Taman Eden” dalam kisah Adam & Hawa disinyalir berada di kawasan Mesopotamia (kini Irak).
2. Saat ke Bumi, Anunnaki mendarat di Mesopotamia (kini Irak).
3. KONON, serbuan Amerika ke Irak sebetulnya adalah untuk menemukan lokasi Gerbang Bintang (STAR GATE) milik para Anunnaki yang diyakini berada di Mesopotamia (kini IRAK). STAR GATE ini merupakan semacam portal milik Anunnaki untuk datang dan melihat peradaban kita.

Karena memiliki teknologi canggih, dan menciptakan manusia, maka Anunnaki diposisikan sebagai dewa oleh orang Sumeria. Setelah beberapa saat hidup di Planet Bumi, Anunnaki pun pergi, dan berjanji KELAK akan kembali.

Kemanakah mereka? Mengeksplorasi kehidupan lain? Menciptakan peradaban baru? 2012, Apa yang Akan terjadi?

Apakah Planet X akan melewati bumi dan kembali membawa kita masuk Zaman Es?

Atau, para Anunnaki akan kembali? Berbagai keyakinan tentang adanya“MESSIAH” jika diurut kebelakang, berkaitan dengan janji Anunnaki bahwa mereka kelak akan kembali.

Kalaupun kembali, maka kembali sebagai apa? Sebagai teman atau musuh?

Apakah mereka masih menganggap kita sebagai budaknya?

Mungkinkah akan terjadi perang antara kita, warga Bumi dengan Anunnaki?

Presiden Amerika Ronald Reagan pernah menyinggung soal ancaman dari luar angkasa dalam salah satu pidatonya. Reagan juga mengusulkan dibentuknya system persenjataan berbasis luar angkasa (STAR WARS). Mungkinkah saat itu sudah ada kontak dengan mahluk luar angkasa?

Dan, bukan hanya para Anunnaki saja yang ada di luar angkasa. Berbagai bangsa alien yang berperadaban tinggi juga diyakini berdiam di galaksi kita.Tapi, karena kita ngomongin Planet X (Nibiru), maka focus kita adalah Anunnaki.

Fisik Anunnaki

Bandingkan manusia gua (Neanderthal) dengan manusia modern. Di mana bedanya secara fisik?

Banyak sekali. Manusia modern (kita) memiliki fisik yang lebih estetik (indah) dan halus dibandingkan manusia gua. Dan itu hasil perpaduan DNA Anunnaki dengan kita.

Bangsa Anunnaki sendiri memiliki ciri-ciri fisik :

* Tinggi rata-rata 7-8 kaki (3 meter)
* Kulit putih
* Rambut pirang atau merah, mata biru

Makanya kulit putih sejak jaman dulu identik dengan “kasta lebih tinggi” atau “dianggap lebih estetik”, karena masih menganut standar patokan Anunnaki.

Bangsa Kaukasia (kulit putih-pirang-mata biru) memiliki paling banyak ciri-ciri fisik Anunnaki. Ini bisa dilihat dari golongan darah mereka, yaitu Rhesus negative.

Kapan-kapan kubahas ya soal golongan darah! Menarik banget! Karena rhesus negative, bukan berasal dari DNA kita. Tapi, dari Anunnaki (alien).

Makanya Amerika menyerbu Irak dengan dalih, mencari senjata nuklir. Karena sisa radioaktifnya terdeteksi. Kenapa waktu AS menyerbu Irak, juga menjarah museum, dan artifak2 kuno dari jaman Sumeria juga diambil? Mencari apa? "Kunci" untuk menemukan Stargate (Gerbang Bintang), portal milik bangsa Anunnaki-kah? Makanya sampai habis-habisan.

Ada 270 ribu lebih artifak kuno dari Museum Nasional Bahgdad, Irak yang dijarah tentara Bush. Cuma sedikit yang dikembalikan, sisanya hilang..nggak berbekas. Ada apa dibalik ini? Apa yang dicari?? Pasti sesuatu yang URGENT banget.

Ini berita soal penjarahannya di tahun 2003 :

http://wsws.org/articles/2003/apr2003/loot-a19.shtml

http://www.guardian.co.uk/Iraq/Story/0,2763,940082,00.html

Beberapa fakta menarik yang kutemukan :

* Mungkinkah sebuah bintang punya kekuatan luar biasa? Mungkin! Karena ada satu bintang "kerdil" (dwarf star, sebutannya) yaitu SIRIUS (atau dog star) yang memiliki tingkat kepadatan yang sangat solid, melebihi matahari. Padahal ukurannya jauh lebih kecil, namun untuk kepadatan massa, Sirius paling berat. Jika bintang ini masuk orbit, atau bertabrakan..maka efeknya lumayan fatal.
* Kalau dikaji tulisan-tulisan kuno tentang astronomi kita, maka..Bumi pada awalnya menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan penduduknya berkulit gelap karena melanin yang tinggi (makanya penelitian tentang manusia pertama, atau Adam, menemukan bahwa Adam ini seorang negroid, kulit hitam). Saat itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, jarak dengan matahari dan atmosfir adalah Mars. Namun karena ada tubrukan, maka Jupiter masuk orbit. Jadi jarak bumi menjauh dari matahari. Ini berpengaruh pada banyak hal, seperti warna kulit penduduk, lama hari, dll.

Tabrakan itulah yang menyebabkan "The Great Deluge" atau Banjir besar yang ada di kisah Nabi Nuh.

Dari postinganku di atas, anda yang membaca boleh percaya atau tidak. Karena belum tentu semua itu benar. Tapi aku sebagai orang yang suka science ya... percaya 60% lah, lagian kalo dilihat dari tafsir Al-Quran, perhitungan tanggal dan cerita-cerita sejarah dalam Al-Quran banyak benarnya juga....

Sumber : forum.kafegaul.com

A Brief History Of Planet X Nibiru

A Brief History Of Planet X Nibiru
By Robertino Solàrion ©1996/2003

On 24 January 2008, Rob Solàrion delivered a lecture on Planet X Nibiru to the Ark-La-Tex Theosophical Society meeting in Avery, Texas, west of Texarkana. Excerpts of this lecture have been uploaded to Google Videos: 44 minutes (file size 60MBs). You will need a broadband connection (DSL or cable) to view it. CLICK HERE for the video.
On 11 June 2008 I established a blog at Google's Blogspot.Com. The purpose of the blog is to allow a open discussion of the survival techniques and possibilities following the upcoming Crossover of Planet X, which could occur at any time over the next 4-5 years. Anyone may use this blog to post a question or a response. I'll try to visit the blog myself a couple of times a day; but if I overlook a comment directed to me, then you can always email me personally about it, using the "Email Me" link at the bottom of each webpage. Please be polite and considerate of others in what you post to the blog. This is an important subject for our times, and I hope that you enjoy the comments! Regards, Rob Solàrion, 18 June 2008
CLICK HERE FOR THE PLANET X SURVIVAL BLOG.

By way of preface, let me state that that this is my own personal theory, albeit it based upon the pioneering research of both Zecharia Sitchin and R.A. Boulay. Mr. Sitchin and Mr. Boulay disagree on the nature of these "gods" (whether they are "humanoid" or "saurian"), and in that debate I fully support the contentions of Mr. Boulay. A photograh of Mr. Sitchin and a list of his books are appended below. I do not have a photo of Mr. Boulay, but his first-edition book Flying Serpents & Dragons can be read at this website in both English and French. Also, the use of royal titles for the hierarchy of these "gods" (Emperor, Prince, Duchess and so forth) is purely of my own invention and is intended to convey to the reader the sort of royal relationships that exist amongst these Nibiruan entities.

After the discovery of the Planet Pluto in 1930 CE, astronomers soon noted that earlier theories regarding the hypothetical influences of such a planet on the orbits of Planets Uranus and Neptune were not validated by the existence of only Pluto. So eventually in the 1970s after computers were becoming commonplace, a computer-generated model of this "Planet X", as it was called, was created. It was determined that Planet X would have to be at least five times bigger than the Planet Earth. They also calculated the length and shape of its orbit around the Sun as well as the number of years necessary to complete such an orbit.

In 1983 with NASA's cooperation a group of astronomers began a comprehensive survey of the sky with the Infrared Astronomical Satellite (IRAS). In the fall of that year the IRAS discovered several moving objects in the vicinity of this solar system, including 5 previously unknown comets, a few "lost" comets, 4 new asteroids and "an enigmatic comet-like object". Headlines read "Giant Object Mystifies Astronomers" and "Mystery Body Found in Space". In The Washington Post was the headline and story "At Solar System's Edge Giant Object is a Mystery -- A heavenly body possibly as large as the giant planet Jupiter and possibly so close to Earth that it would be part of this solar system has been found in the direction of the Constellation Orion by an orbiting telescope called the IRAS. So mysterious is the object that astronomers do not know if it is a planet, a giant comet, a 'protostar' that never got hot enough to become a star, a distant galaxy so young that it is still in the process of forming its first stars, or a galaxy so shrouded in dust that none of the light cast by its stars ever gets through. 'All I can tell you is that we don't know what it is,' said Gerry Neugebauer, chief IRAS scientist."

The United States Government squashed the story immediately! For some arcane top-secret reason the government doesn't want to alarm or panic the general public by disclosure of this discovery. Why? Because a race of reptilian super-beings inhabits that planet, and common knowledge of this fact would have people screaming in the streets. Listen to this story.

Long, long ago, approximately 500,000 years back into the past, our Planet Earth/Tiamat was a quite different place than it is today. To clarify a point, this planet's original name is Tiamat. The nickname "Earth", from the Greek "Gaia", is only a recent innovation. Herein, this planet will be referred to as Planet Tiamat.

A half a million years ago, Tiamat was not located in Space where it is today. It orbited farther out from the Sun, in between the orbits of Mars and Jupiter. Mars was orbiting at a distance much closer to the Sun than now and was quite habitable, with a temperate climate and liquid water. This fact has been verified numerous times by NASA and other scientific groups. What those groups do not acknowledge is the fact that Mars had a different orbital pattern than today. Establishment groups do not accept a cataclysmic evolution of this solar system, at least not publicly.

Then, too, Tiamat's system was closer to the Star Sirius (or Sothis, as the ancient Egyptians called it). This solar system and the Sirian planetary system are part of a unit. The two systems are gravitationally connected to one another, a new fact that is now beginning to gain widespread consensus from the scientific community. Our "Sirian Regional System" as a unit revolves around the Central Sun Alcyone in the Pleiades Cluster, which might be termed "the Pleiades Quadrant". This greater sector revolves around the Galactic Center, in the direction of the Stars of Sagittarius, once every 200,000,000 years or so. What is so significant about our present-day epoch is that certain great cycles relating to orbital alignments within the Pleiades Quadrant and between this Quadrant and the Galactic Center are starting to repeat themselves, and there's nothing that we can do about it. It's happening, folks! Prepare for the unexpected! This Great Cycle should be in full swing by 21 December 2012 CE. Mark your calendars!

But returning to the history of Nibiru andiamat, our planet had a much colder environment than today. The humanoid population, which our paleontologists and the like call "Neanderthals", were hardier and hairier than we are. They lived in caves to take advantage of the natural internal warmth of Tiamat. These early Tiamatians were directly descended from ancestors in the Pleiades, a fact that can be amply verified by the history and mythology of the Mayas and the Polynesians, to name a couple. However, the Pleiadian origins of Tiamat in the first place will not be discussed in this brief history. That is for another time and space.

This solar system was internally stable 500,000 years ago. But an unanticipated, strange event occurred. One of the larger planets from the Sirian System had strayed off course eons before and had drifted our way. This planet had been unwittingly captured by our Sun and thrown into an extremely elongated comet-like orbit, lasting 3,600 of our current years, with its aphelion at the Oort Cloud, the very boundary of the Sun's gravitational field. It is approximately the size of our Planet Neptune. It is populated with a reptilian super-race governed by an elite aristocracy known as "the Nefilim". The general population is known as "Anunnaki" (Sumerian) or "Anakim" (Old Testament). At the time of this event, the Planet Nibiru was being ruled by Emperor Alalu and Empress Lilitu.

After its capture by our Sun, the Planet Nibiru slowly began to suffer atmospheric deterioration. The governing "Council of Twelve" headed by Emperor Alalu met in emergency session and concluded that in order for their planet to survive, a heat-shield of gold dust would have to be constructed to protect their atmosphere and prevent a cooling off of the planet, which would have been disastrous for a reptilian-based existence constantly dependent upon external heat sources for bodily warmth. They began an immediate exploration of their new solar system. A fleet of spacecraft was dispatched to Tiamat and other planets in an attempt to search for gold.
CURRENT MEMBERS
OF THE COUNCIL OF TWELVE
*
Emperor Anu & Empress Antu
Crown-Prince Enlil & Crown-Princess Ninlil
Prince Enki & Princess Ninki
Prince Nannar & Princess Ningal
Prince Utu & Princess-Royal Inanna
Prince Ishkur & Queen Ninkhursag

Left-Right : Emperor Anu, Prince Enki, Princess-Royal Inanna

The above graphic, obtained from a website, is supposed to be the insignia of
Nibiruan Crown-Prince Enlil, Yahweh, Zeus, Osiris, Thor.
Probably it represents the central core of the Winged Disk.

The following are images from the Internet of depictions of the Winged Disk. If you are interested further, you can contact me or search at Google or elsewhere for additional information. Some of these Internet images are corrupted.


Commander and Crown-Prince Anu, along with his two sons Enki and Enlil and daughter Ninkhursag, landed in what is now the Persian Gulf and first went ashore in what is now modern-day Kuwait. Eventually they established a spaceport in Mesopotamia at a place known in our mythology and religion as E-din or Eden. Guided by those early Tiamatians, they found abundant sources of gold on Tiamat and successfully created their Nibiruan heat-shield. They soon found out, however, that this heat-shield required periodic maintenance, in turn forcing them to always have a contingent of Anunnaki gold-miners stationed here on Tiamat, constantly shipping more gold home to Planet Nibiru.

After the passage of several Nibiruan orbits around their new Sun, perhaps 26,000 Tiamatian Years, as their planet's orbit stabilized, Nibiru passed perilously close to Tiamat. One of its host of moons and moonlets crashed into Tiamat in what is now the Pacific Ocean, blowing the lost continent of Lemuria to smithereens, leaving its remnants floating about in Space in what we now so casually refer to as the "Asteroid Belt", and knocking Tiamat out of it old orbit and into a newer one closer to the Sun. In the process, Tiamat captured one of Nibiru's moons named "Kingu", which is the correct term for our present Moon. Tiamat and Kingu finally settled down into their current positions, and in all of this chaos the Planet Mars got displaced to a new orbit farther out from the Sun, eventually causing that planet's surface to freeze and die. On the up-side of all of this was the fact that this cosmic catastrophe made Nibiru's orbit finally stabilize, so that no more events of this awful magnitude have subsequently occurred.

In connection with this upheaval, Crown-Prince Anu and his consort Crown-Princess Antu became distressed with Emperor Alalu's actions and decisions, so the next time Emperor Alalu and Empress Lilitu visited Tiamat to check for gold-mine damage that might have resulted from the collision, they staged a coup d'état and proclaimed themselves Emperor Anu and Empress Antu. They banished deposed Emperor Alalu and Empress Lilitu to Tiamat and forbade them from ever returning to Nibiru. Alalu and Lilitu, believe it or not, may still be alive and living in a palatial underground spaceport in the Grand Teton Mountains near Yellowstone National Park, surrounded by massive hordes of gold and precious gems, and operating an enormous transmitter device (the source of the Taos Hum?) that allows them to stay in communication with Nibiru and its space patrols. It should be emphasized now that the Nibiruans are not the typical big-eyed "Greys" that we hear about so often in the media. See The Gods Of Eden by William Bramley for additional details.

To digress for a moment at this point, the reptilian inhabitants of the Planet Nibiru are anywhere from 10-20 feet (3-6 meters) tall. They have elaborate cranial hair, often multi-colored, but very little, if any, body hair, although some of the males do have mustaches and beards. Many of the males have goat-like horns on their heads, and many of the females are winged. They do not sweat and have no body odors, which was one reason they didn't let the Tiamatians do their gold-mining for them. They thought the hairy Tiamatian mammals stank, and they didn't like to be around them. They stayed to themselves. They can have up to seven pupils in each eye, seven fingers on each hand, and seven toes on each foot. They regularly wear clothing made of pure goldleaf, and their diet mainly consists of liquids which provide them with their necessary nutrients without their having to consume many solid foods. They seeded Tiamat with many of our current fruits and vegetables, however, and they deserve credit for that. See the companion essay Nibiruan Physiology.

Time passed. The Anunnaki gold-miners got restless, despising their drudgery in the mines, which were primarily located in what is now South Africa, under the command of Nefilim Duke Nergal and Duchess Ereshkigal. Eventually they revolted and refused to do anymore mining. Alarmed, Emperor Anu summoned Queen Ninkhursag to the throne room. Queen Ninkhursag is Nibiru's Chief Medical Officer and Geneticist. Emperor Anu implored Queen Ninkhursag to come up with a cloned hybrid Nibiruan-Tiamatian to act as a slave gold-miner. She accepted the challenge and eventually created a hybrid male from the egg of Tiamatian female and the sperm of her brother Prince Enki. She referred to this hybrid as the "Adamu". At first, only males were produced, cloned one just like the other. A group of Nibiruan females was ordered to serve as incubation vessels for the Adamu clones. These female Anunnaki were known as the "Birth Goddesses".

Life went merrily along. Nibiru had its gold, the Anunnaki males were freed from the mines, the Adamu clones went into fullscale production and became excellent gold-mining slaves. But as always happens both here and on Nibiru, a hitch developed. The Birth Goddesses got fed up with sitting around pregnant all the time with little Adamu clones, so they revolted and refused to continue with the incubation process. Emperor Anu immediately had Queen Ninkhursag brought back to the throne room and this time ordered her to create a "female Adamu" that could mate with the males and produce their own clones. By now, for Queen Ninkhursag, this was a piece of cake. She created the female "Eva" prototype along with an absolutely perfect Adamu clone. These two were allowed to romp around naked on the palace grounds at Eden, in hopes that they would produce a child, a little-bitty-baby-slave gold-miner, the PERFECT ROBOT!

But alas -- they were infertile. Just as two mules cannot produce another mule, requiring instead that a horse mate with a donkey, these two hybrid clones could not reproduce. At this point Emperor Anu was beside himself. He had to have gold! So he ordered Queen Ninkhursag to undo the hybridization! She had her brother Prince Enki travel to the Eden Palace to do the job for her. Prince Enki had the hybrid Adamu and Eva ingest a chemical substance of some sort that caused them to revert back to more of a Tiamatian than a Nibiruan creation. They immediately shed their reptilian outer-skins and began to mate. Realizing that he'd been dealt a major blow, in that as a result of the dehybridization he'd lost power over these new creatures, Emperor Anu banished the Adamu and Eva from forever re-entering the Eden Palace grounds.

Cro-Magnon Man was born. It was approximately 20,000 years ago. Neanderthal Man was slowly but inexorably going extinct as a result of Tiamat's closer proximity to the Sun and its warmer climate. By 10,000 BCE, they really no longer existed, leaving Cro-Magnon Man to dominate Tiamat.

In his book The Rainbow Conspiracy, Brad Steiger writes in connection with the Philadelphia Experiment that U.S. President Franklin Delano Roosevelt met with some "nearly human aliens" in the 1930s. These aliens had a greenish tint to their skin. In order to mingle unnoticed here on Tiamat, they use a bleaching solution to lighten their skin-tone. And then there are all those old drawings of "gods" from India, nearly human-looking "gods" who have a bluish skin-tone. Did you ever look closely at the skin color and quality of anole lizards (faux chameleons)? Their skin is so, so smooth and silky! And green! According to a report on TV in August 1996, medical researchers, looking into better ways to develop medicine-delivery skin-patches for sick people, have discovered that snakeskin is extremely similar to human skin. They are developing new medicine-delivery skin-patches from plain old snakeskin! Why is this important? Well, R.A. Boulay in his book Flying Serpents And Dragons writes in connection with our Nibiruan ancestors that the snake was a correlative creation that occurred during the dehybridization process of the Adamu and Eva! What unnecessary or useless reptilian characteristics that had to be "shed" during dehybridization rematerialized as a "serpent". Thus, one might contemplate the following: if an anole or a chameleon can change colors, can a Nibiruan do the same?

What happened next is our recorded history. Nibiru once again came too close to Tiamat, unleashing a worldwide catastrophe of floods and earthquakes. This time the Eden Palace and Spaceport themselves were inundated and destroyed. Nefilim Prince Utu was ordered to rebuild the Spaceport in what is now the Sinai Peninsula. Life on Tiamat eventually got back to normal, but then the "Pyramid Wars" broke out.

One of Emperor Anu's favorites was a Princess-Royal Inanna, whom he appointed as ruler of what is now known as India and Nepal. Her Hindi/Sanskrit title was Lakshmi. She is still worshipped there today. Her lover and consort was the most handsome man on Nibiru, the Duke Dumuzi. Duke Dumuzi became involved in a quarrel with Baron Marduk, resulting in the outbreak of the "Pyramid Wars". Princess-Royal Inanna and Duke Dumuzi began a protracted power struggle with Baron Marduk and Baroness Sarpanit. In the process Duke Dumuzi was murdered by Baron Marduk; and Prince Utu in cahoots with Princess-Royal Inanna blew up the Sinai Spaceport along with the satellite R&R cities of Sodom and Gomorrah. The South African goldmines fell into disarray when Duke Nergal and Duchess Ereshkigal allied themselves with Baron Marduk and Baroness Sarpanit. Once again there was chaos among the Nefilim Ruling Council

Emperor Anu was forced to rebuild the Nibiruan Spaceport, this time putting it under the command of his son Prince Enki. Prince Enki and his consort Princess Ninki were sent to what is now the area around Lake Titicaca, Peru, where they rebuilt the complex on the Nazca Plain. Massive new sources of gold were found in the surrounding Andes Mountains, so the South African mining operation was moved to Lake Titicaca.

And that brings us up to about 3,600 years ago. At that point it seems that the Nibiruans began to abandon Tiamat. Perhaps their atmospheric heat-shield had "crystallized" by then, and they no longer had need of so much gold from Tiamat. This is unclear. The last time their planet passed by Tiamat was in 687 BCE when they once again headed out for their long winter hibernation at the Oort Cloud. But they have always continued to maintain some sort of presence here. In addition to the underground installation in the Grand Teton Mountains, they have other underground facilities in South America, in the Saudi Arabian Empty Quarter and in the Himalaya Mountains, to name a few. There's another underground chamber just southwest of the Great Pyramid of Egypt, which the Nefilim built in connection with the Sinai Spaceport; but there is a debate of sorts about which extraterrestrial race controls access to that most sacred, ancient chamber. The answer to that question, as well as many others, will undoubtedly be forthcoming in the very near future.

Where is Planet Nibiru today? Well, it's still out there. Occasionally some astronomer will spot it and name it some enigmatic cosmic object, like an "Object Kowal" or a "mini-galaxy". Our governments definitely suspect that it's there but may be keeping this knowledge under wraps from the general population. Ancient skywatchers in the Middle East and Mayan Mexico are said to have looked for Nibiru's grand arrival in the Constellation of Sagittarius. When it periodically returns to this part of the solar system, it apparently sort of appears out of nowhere. Suddenly it's just up there, like a golden miniature sun with a long and fearsome cometary tail trailing along behind it and its host of satellites, hovering, dangling like a jewel over the Tiamatian North Pole for a "millennium of the gods." The Cosmic Tree. The World Mountain. Mount Olympus. Mount Meru. Hyperborea, the North Country, the nation beyond the land where the North Wind rises, the land of eternal springtime, the nation beyond the mountains of the God of the North Wind! Hyperborea!

The material presented here in only the tip of the iceberg of our available knowledge of the Planet Nibiru and her stormy interaction with Planet Tiamat. If you would wish to obtain additional information, you are referred to the following books, including all of the Sitchin material in nine volumes consisting of more than 3,000 pages total.

Genesis Revisited by Zecharia Sitchin
Divine Encounters by Zecharia Sitchin
The Earth Chronicles by Zecharia Sitchin
1 -- The Twelfth Planet
2 -- The Stairway To Heaven
3 -- The Wars Of Gods And Men
4 -- The Lost Realms
5 -- When Time Began
6 -- The Cosmic Code
7 -- The Lost Book Of Enki

The Gods Of Eden by William Bramley
Gods Of The New Millennium by Alan F. Alford
Matrix IV: The Equivideum by Val Valerian, Drunvalo Melchizedek & Michael Topper
The Secret Science by John Baines (Darío Salas Sommer)
The Stellar Man by John Baines (Darío Salas Sommer)
The Rainbow Conspiracy by Brad Steiger
The Hidden History Of The Human Race by Michael A. Cremo & Richard L. Thompson

Source : http://www.apollonius.net/nibiru.html